Selasa, 03 Juni 2014

KATASTROFI: BENCANA BESAR YANG MEMBENTUK SEJARAH PERADABAN MANUSIA




Katastrofi atau bencana besar akan memengaruhi bahkan menentukan jalan sejarah dan peradaban manusia.  Nusantara sebagai kawasan yang memiliki 129 gunung berapi aktif sekaligus berada di antara 3 patahan dan dengan garis pantainya yang panjang merupakan kawasan yang seringkali dilanda katastrofi.  Sehingga, sejarah dan peradaban nusantara bukan saja dipengaruhi tetapi juga ditentukan oleh katastrofi.  Tambora dan Krakatau merupakan contoh sejarah yang masih dapat dilacak, bahkan semburan Lumpur Lapindo adalah bukti sejarah terkini, belum lagi Toba, Kaldera Bromo, dan berbagai kawasan lain merupakan jejak-jejak sejarah yang belum terungkap sampai saat ini.

Sabtu malam (17/5/14) yang tak lagi dingin di Kota Malang, di sebuah warung di depan Lapangan Rampal, di sebuah warung yang bernama Warung Kelir, berkumpul beberapa puluh orang untuk sekedar menikmati kopi atau the atau hidangan lain, dan tentu saja menanti hidangan utama yang bertajuk Katastrofi Geologi di Indonesia yang diracik dan disajikan oleh Dr. Andang Bachtiar.  Sesajian yang bukan hanya berat tetapi menyehatkan, bukan menyehatkan badan tetapi menyehatkan pikiran dan paradigma para tetamu yang hadir dan menikmatinya.  Sebuah sajaan menu tentang katastrofi geologi atau bencana-bencana besar yang membentuk sejarah dan peradaban manusia dengan cara memporak-porandakan permukaan bumi melalui gempa, letusan gunung, dan berbagai peristiwa alam besar lainnya.  Sam Andang yang asli Malang merupakan salah satu pakar gelologi yang dimiliki Indonesia, terbukti dengan jabatan sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang pernah disandangnya pada tahun 2000—2005 dan tentu saja berbagai karya besar beliau baik berupa pemikiran atas kasus Lumpur Lapindo dan berbagai penelitian mandiri beliau di Gunung Padang dan berbagai lokasi lainnya.
Sajian menu diskusi yang dipandu oleh Mas Adjie, seorang komikus pergerakan di Kota Malang, diawali dengan penyampaian biodata Sam Andang yang sebenarnya sangat panjang tetapi cukup disingkat dengan satu kata “hebat”.  Pakar Geologi yang rambutnya sudah berwarna perak, ternyata adalah putra dari mantan salah seorang Rektor IKIP Malang, salah seorang yang cukup legendaris sebagai pakar sastra di Kota Malang.  Mengawali sajianya dari ketertarikannya masuk Jurusan di Geologi dulu hanya karena anak-anak Geologi gondrong-gondrong, bermain gitar seharian, dan jarang mandi, persis seperti kelakukan anak-anak seni dan sastra yang ingin dimasukinya tetapi ditentang oleh sang ayah.  Dari sekesar suka kesehariannya, Sam Andang menjadi cinta berat pada geologi, karena Ilmu Geologi bagi beliau merupakan gabungan antara sejarah, seni, dan teknik.  Sejalan juga dengan petuah bapaknya, “memilih suatu bidang ilmu apapun, pelajari dan kuasai dengan sekuat tenaga, pasti akan bermanfaat di suatu hari kelak.” 
Sajian menu utama oleh Sam Andang dimulai dengan menceritakan studi kasus tentang semburan Lumpur Lapindo di Porong.  Pengeboran yang mengalami blow out pada tanggal 29 Mei 2006 dikarenakan oleh kesalahan pengeboran seperti penempatan rig pengeboran yang tidak benar dan prosedur pengeboran yang tidak benar.  Lumpur Lapindo benar-benar kesalahan manusia bukan bencana alam.  Sebagai pakar Geologi dan Konsultan Independen, Sam Andang tahu benar adanya kesalahan pengeboran.  Bahkan bersama Rudi Rubiandini melakukan penelitian independen yang menghasilkan simpulan bahwa semburan Lumpur Lapindo adalah kesalahan manusia.  Khusus kasus Lumpur Lapindo , dengan  sengaja di stigma sebagai bencana alam agar dapat dialihkan penangannya kepada Pemerintah dan didanai oleh Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).  Lumpur Lapindo bergeser dari bencana yang disebabkan oleh manusia menjadi bencana alam, permasalahan ekonomi dan social bergeser menjadi permasalahan politik.   Sayangnya, karena Rudi Rubiandini memilih masuk dalam pusaran akhirnya terhisap dan dihabisi.  Sedangkan Sam Andang memilih untuk tetap di luar pusaran dan bersikap independen. Sehingga tetap aman dan dapat terus membantu Walhi maupun YLBHI untuk meluruskan sejarah Lumpur Lapindo berdasar fakta dan keilmuan. 
Sam Andang pernah diminta oleh Presiden untuk turut bersumpang saran untuk penyelesaian Lumpur Lapindo. Tetapi masalah lain muncul, ada scenario menyembunyikan fakta karena akusisi data sangat susah.  Belum lagi rekomendasi dimentahkan oleh pakar-pakar geologi  (bayaran) yang dimiliki oleh Lapindo Brantas.  Berdasar data seismic yang dimiliki sejak tahun 2006, semburan Lumpur Lapindo belum akan berhenti sampai 30 tahun.  Artiya, paling cepat semburan Lumpur Lapindo tidak akan berhenti sampai tahun 2036.  Semburan Lumpur Lapindo menjadi meluas tidak seperti blow out di Sumur Porong 1 yang dapat ditangani hanya dalam baktu 3 minggu karena operator pengeboran (Lapindo Brantas) under spec (melakukan pengeboran dengan serampangan dan tidak sesuai prosedur keamanan) serta tidak menangani dengan benar.  Walaupun sejarah telah mencatat bahwa Porong adalah daerah delta yang pernah tergenang lumpur, seperti yang digambakan di Candi Pari di Porong, tetap saja ekplorasi gas diteruskan.  Walau teknologi telah maju, seharusnya catatan sejarah tetap harus diperhatikan sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara hati-hati.  Tetapi bukannya bekerja dengan hati-hati malah dilakukan dengan serampangan dan menyalahi prosedur serta aturan, akibatnya rakyat Porong dan Tanggulangin menjadi korban langsung.

Nusantara adalah Kawasan Proses Bumi Aktif
Sam Andang, bersama kawan-kawan seide membentuk Team Terpadu Riset Mandiri, sebuah team yang bekerja secara mandiri dengan melakukan penelitian tentang kemungkinan ancaman bencana.  Tim yang terbentuk dan bekerja sejak tahun 2009 ini meneliti tentang “Katastrofi Purba”, bencana-bencana hebat yang menentukan jalannya sejarah dan peradaban nusantara.  Mengawali dengan sebuah pernyataan, “Bumi diberntik dari Proses Bencana”, Sam Andang menjelaskan mengenai proses alami bumi, khususnya proses yang terjadi di Bhumi Nusantara.  Indonesia atau Nusantara, memiliki 129 gunung berapi aktif, 95.000 KM pantai yang pernah terkena tsunami, banyaknya patahan yang menyebar di sepanjang Pulau Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau lainnya.  Indonesia (nusantara) ini adalah kawasan proses gelologi bumi yang aktif.  Sulit diprediksi secara jelas tetapi dapat diperkirakan dengan bantuan statistic kebencanaan.  Sebagai contoh, Borobudur yang dibangun (terakhir) pada abad kedepalan masehi, sebenarnya bukan bangunan baru tetapi renovasi.  Menurut penetlian, Candi yang digali dan dipugar oleh Raffles pada tahun 1800an, merupakan candi yang tertimbun oleh material vilkanik dari Gunung Merapi dengan Indeks Erupsi Vulkanik 6 pada tahun 1006, bandingkan dengan erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 yang “hanya” memikik Indeks Erupsi Vulkanik 4.
Sayangnya, catatan-catatan sejarah katastropi yang terjadi di Nusantara hanya dapat dilacak sampai abad keempat saja. Catatan-Catatan sejarah Nusantara yang biasa tertulis pada prasasti, candi, dan berbagai bangunan atau media lain tidak dapat diketemukan.  BIlapun ada, dapat dipastikan telah tertimbun oleh katastrofi atau sebagian telah diangkut ke Ledien, Belanda saat Nusantara dikuasai oleh VOC dan kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.  Catatan sejarah berupa Prasasti yang tertua yang dapat ditelurusi berakhir pada abab ke 4, yaitu Prasasti Kalingga dan Sima.  Sedangkan perioda yang lebih tua seperti jejak abad ke 0 sampai abad 8 SM, palagi sampai abad 30 SM, dipastikan belum ada catatan dan jejak sejarah yang dapat ditelusuri.  Seperti catatan tentang Tambora, baru diketemukan 6 tahun yang lalu, padahal letusan Tambora pada tahun 1816 telah mengubur 3 kerajaan.  Bagaimana dengan Kaldera Bromo, Rinjani, Gede Panggrango, Toba?  Sejarah dan peradaban Nusantara terkubur dan kehilangan jejak masa lalunya.  Bilapun ada, sebagian telah dihapus oleh Imperialis yang pernah menguasai Nusantara seperti Belanda dan Inggris. Nusantara seharusnya menyimpan sejarah yang besar dan agung.
Permasalahan ketiadaaan catatan sejarah katastrofi di Nusantara sedikit banyak telah dapat dilacak dengan menggunakan Carbon Dating.  Metoda yang menggunakan teknik membalik radio aktif dari sisa-sisa katastrofi di masa lalu.  Walaupun tidak menghasilkan data yang bersifat menyeluruh, tetapi paling tidak waktu peristiwa, jenis dan besarnya katastrofi dapat diperkirakan dengan akurat.  Sedangkan pengungkapan peradaban di kawasan tersebut akan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar lagi karena harus dilakukan pengangkatan (ekskavasi) besar-besarannya.  Selain masalah biaya, ekskavasi harus berhadapan dengan masalah-masalah lain.  Contoh Kasus, Gunung Padang di Cianjur yang mulai marak sejak tahun 2012, penelitian yang awalnya hanya untuk melakukan kalibrasi alat yang akan dipergunakan untuk penelitian di Aceh pada November 2011.  Gunung Padang diplih karena merupakan situs megalitikum terstruktur.  Alat yang bernama Super String V.8, menemukan rongga (ruang) dan bangunan lain di bawah situs Gunung Padang.  Tempat eksperimen yang menjadi situs temuan.
Katastrofi bukannya sebuah lubang hitam yang misterius yang tidak dapat diprediksi.  Katastofi dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat pula dilakukan perkiraan yang bersifat ilmiah pula.  Walau tempat dan tanggal yang tepat akan sangat sulit ditetapkan secara gamblang.  Kasus Tsunami Aceh pada Desember 2004 misalnya, Dani Hilman seorang Pakar Geologi pernah memprediksi tentang kemungkinan adanya Gempa dan Tusami Aceh pada November 2004.   Dani Hilman memprediksinya berdasar gerakan segmen-segmen patahan di Sumatera.  Saat ini segemen-segmen patahan bergerak ke selatan, Padang di Sumatera Barat dan Jawa tinggal menunggu waktunya.  Perkiraan besaran gempa yang akan terjadi di Padang mencapai 8,9—9,1 SR.  Besaran gempa dapat diprediksi, tetapi kapan waktunya yang sulit dipreksi secara akurat kecuali secara statistic.  Segmen-segmen yang saat ini sedang bergerak antara lain segmen Aceh—Lampung, Banten—Banyuwangi, Bali—Timor, Maluku, dan Sulawesi.

Sejarah Katastrofi Nusantara
Borobudur merupakan bangunan purba yang terkubur selama kurang lebih 800 tahun dan baru diketemukan kembali pada tahun 1815 oleh Raffles.  Bagaimana tertimbunnya? Oleh bencana apa? Harus dibuktikan dengan catatan-catatan sejarah.  Catatan sejarah penting untuk mitigasi bencana, khususnya bencana-bencana besar (katastrofi).  Catatan sejarah dapat tersebar di prasasti dan candi, seperti catatan yang ada di Candi Pawon.  Catatan-catatan tentang katastrofi sebagai bagian dari proses bumi dapat berupa (1) quaternary coral growth (EQ Recorsd); (2) paleotsunami Layer Stratigraphy (tsunami records); (3) volcanic sediment statigraphy, banyak tercatat di (1) historical notes (prasasti) seperti Negara Kertagama yang menceritakan tentang erupsi Gunung Kelud di jaman Majapahit; (2) temple wall relief panels; (3) wall painting; (4) stratigraphy  of sediment buried (carbon dating).
Indonesia merupakan kawasan proses bumi yang masih aktif. Berdasar seismotectonic map, Indonesia (Nusantara) memiliki 129 Gunung Berapi Aktif yang saat ini 22 gunung bersatus “waspada” dan 4 diantaranya sedang berstatus “awas”.  Nusantara memiliki 95.000 km pantai yang terancan tsunami.  Bila ingin mengetahui peta gunung berapi dan peta ancaman tsunami bisa mengakses ke US. Geological Survey.  Nusantara telah mengalami proses bumi dalam bentuk katastrofi berkali-kali. Sebagai contoh dan bukti, catatan karbon erupsi Toba yang terjadi pada 7.000 tahun SM tercatat sampai di Kutub Utara.  Demikian juga dengan karbon erupsi Tambora pada tahun 1815 tercatat di kaki Gunung Tambora.
Kebudayaan dan peradaban Nusantara berkembang dan selalu “dihancurkan” dan “dikuburkan” oleh adanya katastrofi.  Contoh, Borobudur begitu megah dikubur oleh erupsi Gunung Merapi.  Bangunan Borobudur yang begitu simetris dan presisi yang diarsiteki oleh Gunadharma tertimbun oleh Gunung Merapi pada tahun 1006 dengan Indeks Erupsi 6.  Berbeda dengan Eropa dan Mesir yang keutuhan bangunan-bangunan bersejarahnya tetap terjaga dan terpelihara sampai saat ini.  Eropa dan Mesir jauh dari Gunung Berapi, Gempa, dan Tsunami.  Sehingga, perkembangan teknologi dapat berlanjut dan berkesinambungan secara terus menerus.  Sedangkan Nusantara, kebudayaan dan teknologinya dihancurkan beberapa kali oleh katastrofi, bersamaan dengan peradaban dan catatan-catatan sejarahnya.  Seharusnya, peradaban, kebudayaan, dan teknologi nusantara cukup tinggi dan maju bahkan sangat mungkin lebih maju ketimbang teknologi, kebudayaan, dan peradaban yang ada di Eropa.  Sebagai contoh kecil saja, teknologi umpak, merupakan teknologi purba untuk mengantisipasi gempa.  Rumah dibangun di atas umpak, menjadi  rumaha tahan gempa.  Local traditional wisdom yang modernnya belum lama ditemukan untuk rumah tahan gempa di Jepang dengan memanfaatkan per dan karet.  Nusantara telah memilikinya ratusan tahun yang lalu.
Sayangnya, penelitian dan pengungkapan teknologi, kebudayaan, dan peradaban Nusantara hanya berhenti sampai menjadi komoditas wisata.  Kurangnya perhatian dari Pemerintah ditingkahi dengan kurangnya tenaga ahli serta tentu saja pendanaan, menjadikan penelitian apalagi pengangkatan kawasan peradaban purba terhenti atau jalan di tempat dan bergeser menjadi kawasan wisata.  Bukan saja tidak terungkap, situs-situs bersejarah tersebut malah hancur karena eksploitasi wisata.
Manusia merupakan bagian dari ekosistem bumi.  Katastrofi sebagai bagian dari proses bumi secara berkala dan bersiklus menghapus peradaban yang ada pada masanya.  Proses yang merupakan bagian dari siklus bumi.  Sebagai contoh, Dinosaurus musnah pada 700 juta tahun yang lalu karena jatuhnya meteor yang merubah ekosistem bumi secara ekstrim, batu meteor yang jatuh pada masa itu dapat diketemukann di Yukatan, Meksiko.  Di Nusantara, bencana banjir bandang di Wasior, Papua merupakan siklus yang selalu berulang antara 50—100 tahun sekali.  Sejarah manusia ditentukan oleh proses geologi bumi.
Sejarah dan kebudayaan manusia tidaklah linier dan sederhana, tetapi merupakan siklus dari proses bumi.  Legenda dan mitos adalah penggambaran dari catatan sejarah yang tidak mampu diterima logika manusia saat ini.  Contoh, kemegahan Borobudur tidak akan dapat diceritakan apalagi direkonstruksi dengan logika dan teknologi masa kini.  Demikian pula dengan Stone Hang yang ada di Inggris.  Demikian pula dengan Cupumanik dari cerita Ramayana karangan Walmiki pada abad ke 4. 

Konsep Bencana Katastrofi
Bentuk-bentuk bencana besar (katastrofi) dapat berupa perubahan iklim yang drastic, gempa, letusan gunung berapi, tumbukan meteor, tsunami, dan berbagai bencana lainnya.  Katastofi sebagai bagian dri proses bumi merupakan salah satu factor yang memengaruhi peradaban manusia.  Sebagai salah satu contohnya, erupsi Toba pada 70.000 tahun SM menyebabkan kerusakan besar di Nusantara dan setelah semua kembali normal muncul tesis mengenai migrasi manusia dari Afrika ke Nusantara.  Demikian pula dengan erupsi Maninjau pada 55.000 tahun SM yang ditingkahi oleh erupsi Gunung Sunda pada 50.000  tahun SM yang membentuk Bandung sebagai Kaldera dan Gunung Tangkuban Perahu sebagai salah satu tepinya.
Pada 10.000 tahun SM, terjadi banjir besar dengan naikknya muka air laut (sea level rise) yang bila ditarik tahun sejarahnya dengan catatan agama dekat dengan jaman Nabi Nuh.  Sehingga, muncul thesis mengenai Adam yang manusia pertama merupakan manusia pertama dari siklus terakhir.  Menilik dari temuan Homo Sapiens yang berasal dari 150.000 tahun SM yang ditemukan di Sanggiran, sebelum Adam telah ada manusia dari siklus sebelumnya.
Catatan tentang sejarah peradaban Nusantara hanya bisa dilacak sampai abad ke 4 berupa Prasasti Kalingga.  Sedangkan Manusia Sangiran teridentifikasi ada di Jawa sejak 150.000 tahun SM.  Kemanakah catatan sejarah, budaya, teknologi, dan peradaban manusia Nusantara?  Catatan sejarah Nusantara yang pada jaman purba disebut dengan Sunda Land dengan North Sunda River malah dikemukakan oleh pakar dari Eropa.  Mollen pada tahun 1937 memetakan aliran Sunda Land dan sungai-sungainya, menurutnya Sunda Land yang menyatu dari Thailand, Malaka, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan merupakan kawasan padang rumput dadn hutan hujan yang sangat subur dengan suhu 18—20 derajat celcius.  Sampai pada 10.000 tahun SM tenggelam oleh katastrofi naiknya muka air laut sehingga dataran rendahnya terkubur di bawah laut, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Selat Sunda.  Pada 9.000 tahun SM air laut naik lagi, demikian pula pada 7.200 tahun SM yang akhirnya memisahkan pulau-pulau di Nusantara.  Kawasan yang sangat kaya dengan bahan-bahan mineral seperti emas, lithium, lutil dan lain sebagainya.  Pembuktian secara ilmiah dapat dilakukan dengan menggunakan 3D Seismik yang memunculkan gambar-gambar sungai-sungai yang ada di dasar Laut Jawa.  Jejak peradaban masa itu dapat ditelusuri dampau ke Teluk Thailand yang pada masa itu menjadi bagian dari Sunda Land.  Sungai Caudpraya yang membelah Thailand merupakan bagian dari North Sunda Land River.  Terekam dengan menggunakan 3D Seismik dan foto-foto satelit, bukan ada sungai tetapi Nampak adanya jaringan irigasi yang tertata, bukti tingginya teknologi dan peradaban saat itu.  Selain itu, catatan-catatan sejarah katastrofi di Thailand yang dapat ditelusuri sampai 500 tahun SM menjadi petunjuk sahi keberadaan Sunda Land.
Catatan sejarah lain tentang katastrofi dan peradaban di Nusantara dapat ditelusuri di Banda Aceh pada catatan sejarah Kerajaan Indrapura dan Indraparwa.  Makam Raja-Raja Indrapura dan Indraparwa yang berada di Banda Aceh, saat ini berada di bawah permukaan laut dan semakin hari semakin tenggelan jauh.  Turunnya tanah di Banda Aceh dikarenakan tarikan (regangan) patahan Sumatera.  Pada tahun 1.200, Indrapuri dari Samudra Pasai membangun Masjid yang menandakan Samudra Pasai sebagai Kerajaan Islam.  Masjid tersebut dibangun di atas bangunan lain yang berbentuk candi peninggalan dari kerajaan sebelumnya, kerajaan Pra Islam. 
Catatan lain adalah Situs Batu Jaya yang ditemukan pada tahun 1997.  Di situs tersebut ada catatan sejarah tentang tenggelamnya Jakarta oleh Banjir Bandang.  Selain itu ada catatan lain tentang Gempa Bumi yang terjadi pada tahun 1699 dikarenakan gerakan patahan yang ada di Selatan Pulau Jawa.  Catatan penting lain tentu saja tentang erupsi Gunung Krakatau dan tsunami yang diakibatkannya pada tahun 416 dan terulang lagi pada tahun 1883 dan meletus lagi pada tahun 1927.  Situs Batu Jaya dengan Candi Balandongan berjarak 14 KM dari pantai dan pernah terendam karena tsunami akibat erupsi Gunung Krakatau pada tahun 416.  Masih ada candi lain lagi yang belum terteliti sampai saat ini.
Kanal Kerajaan Majapahit juga memberikan cerita yang lain lagi.  Kanal tersebut dibangun  untuk sarana transportasi dan mengatasi bencana.  Terdapat lapisan-lapisan batu bata dari jaman yang berbeda.  Batu bata laipsan teraras berasal dari abad keduabelas, dibangun dijaman Hayam Wuruk.  Lapisan kedua berasal dari abak ketujuh dibangun dijaman Empu Sendok.   Lapisan terbawah berasal dari abad ketiga yang tidak diketahui siapa yang membangunnya.  Jadi, saat Raden Wijaya membuka Alas Tarik untuk dijadikan lokasi pembangunan Kerajaan Majapahit bukan tanpa sengaja.  Pembangunan Kerajaan Majapahit dilakukan di atas kerajaan lain yang terkubur oleh erupsi Gunung Penanggungan.  Buktinya lain adalah Candi Kedaton yang ternyata dibangung di atas reruntuhan candi yang lain.
Catatan lain tentang peradaban agung Nusantara yang terkubur oleh katastrofi adalah Situs Gunung Padang.  Situs ini terletak di zona patahan Lembang – Cimandiri.  Lokasinya tepat di tengah-tengah tapal kuda bekas gunung purba yang meletus kurang lebih 1,5 juta SM.  Di Gunung Padang, terdapat struktur bangunan di luar situs saat ini.  Bila dibandingkan dengan Machu Pichu di Peru yang dibangun pada abad keempatbelas, masih lebih besar dan lebih megah.  Luasan Situs Gunung Padang seluas 15 hektar yang artinya 10 kali dari luas Borobudur.  Dibangun jauh kurang labih lima abad sebelum masehi.  Ditemukan adanya semen purba diantara kolom-kolom batu berupa kerak logal yang setelah diteliti dengan menggunakan jejak karbon.


Belajar dari Peninggalan Peradaban dan Katastrofi   
Belajar dari Candi Borobudur.  Dibangun pada tahun 800 Masehi oleh Smaratungga dari Dinaasti Syailendra dengan Gunadharma sebagai arsiteknya.  Terkubur oleh erupsi Gunung Merapi dan diketemukan kembali oleh Raffles pada tahun 1815.  Dipugar kembali pada tahun 1973.  Terdapat banyak relief dengan banyak kisah dari berbagai tingkatan Borobudur, dan hanya sebagian yang dapat ditafsirkan (relief tentang Sidharta Gautama, Mahabarata, dan Ramayana), tetapi banyak relief yang tidak dapat ditafsir (manusia menggunakan helm dan bentuk piring terbang).  Bangunan sangat simetris dan presisi dengan relief yang terukir halus.  Ternyata, Borobudur yang dibangun pada abad kedelapan tersebut dibangun di atas bangunan lain.  Hanya sekitar 10% informasi tentang Borobudur yang terungkap sampai saat ini.
Belajar dari Situs Gunung Padang.  Berumur 2.500 tahun (diperkirakan dibangun pada tahun 500 SM).  Terdapat struktur batu dengan perekar semen puba.  Berdasara Carbon Dating, diketahui ada bangunan lain di bawah Situs Gunung Padang.  Terdapat gmbar tapak harimau dan gambar kujang di bebatuan.  Terdapat danau di depan situs yang masuk ke Sungai Cimandiri dan bermuara di Pelabuhan Ratu.  Kaki Situs kemungkinan tempat berlabuh perahu.  Bahkan, ada teknologi bantalan pasir penahan getaran dyang diletakkan di bawah Situs Gunung Padang.  Pasir setebal 30—40 CM yang diayak halus dengan ukuran butiran yang sama, diletakkan dan ditata dengan sengaja.
Bebatuan dari Situs Gunung Padang berasal dari lelehan lava (tubuh lava), membentuk columnar joints (tiang-tiang batu atau lonjoran-lonjoran batu).  Situs Gunung Padang terdiri dari 4.000 pilar batu.  Bagaimana teknologi  untuk membangun dan menatanya?  Strategi pengungkapan dilakukan dengan pemugaran di luar pagar dan perlahan menuju puncak (untuk sementara dimulai di permukaan), dari dasar sampai puncak.  Pengungkapan bangunan di dalam, diungkap kemudian.
Belajar hanya dari dua situs situ saja dapat disimpulkan bahwa budaya, Ilmu pengetahuan, dan teknologi Nusantara sangat tinggi.  Sayangnya, catatan sejarah, peradaban, pengetahuan, dan teknologi adiluhung Nusantara tertimbun oleh katastrofi.  Eksplorasi dilakukan untuk sekedar berbangga diri semata tetapi untuk belajar tentang budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi bagi kesejahteraan rakyat Indonesia saat ini.

Belajar dari Pengalaman-Pengalaman Lain
Katastrosi selalu berulang dan membentuk siklus.  Terbukti dengan adanya bangunan-bangunan besar nan megah yang teruruk dan tertimbun katastrofi.  Harus dieksplorasi dan diekskavasi untuk mengetahuai budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi masa lalu yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat pada saat ini.  Contohnya, Kerajaan Majapahit yang dibangun di atas reruntuhan kerajaan sebelumnya yang dihancurkan oleh bencana alam.
Contoh lain keagungan budaya Nusantara adalah ditemukannya topeng yang dibuat dari bahan semi konduktor di Jombang.  Topeng yang berasal dari abad kelima ini dibawa ke Jepang dan tidak diberitakan.  Adanya pihak-pihak tertentu yang tidak mau sejarah Nusantara terungkap.
Sejarah pertambangan juga mengungkap banyak cerita. Di lokasi Tambang Newmont di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat, ditemukan banyak tembikar.  Sudah dilaporkan ke Badan Arkeologi Nasional, tetapi mendapat jawaban “tidak patut diteliti lebih lanjut”.  Ternyata menurut sejarahnya, tambang tersebut sudah ditambang sejak dahulu, sejak sebelum Gunung Tambora meletus pada tahun 1815.  Demikian pula tambang pada abad keempat, pada jaman Kalingga telah ada tambang-tambang besi yang dipergunakan sebagai alat perang.  Bahkan keris yang bagus dibuat dari batu meteorit dan dibuat dengan tangan hampa.  Legenda dan mitos disertai klenik menjadi cara bagi manusia modern saat ini untuk merasionalisasi ketakmampuan rosionalnya akan budaya, pengetahuan, dan teknologi masa lalu.
Candi Pari di Porong, merupakan candi penanda peristiwa banjir lumpur pada masa lalu di kawasan Porong.  Manusia Nusantara belajar dari peristiwa alam pada sebuah kawasan.  Pengeboran Lapindo tidak mempertimbangkan fakta sejarah dan merasa menguasai teknologi terkini.  Lapindo melakukan pengeboran di Porong bukan tanpa pengetahuan tetapi terjebak pada underspect dan penanganan yang tidak benar.
Situs Kaldera Mahameru (Brom0, Tengger, Semeru) belum diteliti dan tidak ada referensi.  Semesterinya sangat menarik karena akan memunculkan penelitian baru seperti ‘Arkeologi Vulalkanologi” atau “Arkeologi Geologi”.
Situs Gunung Padang tidak dapat diungkap dengan segera karena adanya keberatan dari beberapa pihak.  Bukan saja karena kendala dengan budaya dan kepercayaan masyarakat Sunda tetapi juga karena adanya pihak-pihak tertentu yang tidak ingin sejarah dan budaya unggul Nusantara diungkap.  Terbukti dengan keraguan penguasa (pemerintah) untuk mengambil tindakan dan keputusan.  Khususnya ketaktegasan menghadapi kepenting para Menteri yang saling menyandera.  Sebagai contoh, Instruksi Presiden tidak ditindaklanjuti oleh Menteri dan Dirjen, tetapi tidak ada tindakan keras dari Presiden.  Team Mandiri benar-benar mandiri sehingga terbebas dari sandera kepentingan dari pihak-pihak tertentu tersebut.  Kedekatan dengan Andi Arif (Penasehat Presiden Bidang Kebencanaan) dimanfaatkan untuk mempermudah perijinan dan masalah administrasi.  Birokrasi tidak akan bekerja tanpa kepentinganya.
Pertarungan kepentingan bukan saja terjadi di lingkaran penguasa (rezim) dan birokrasi saja, tetapi juga terjadi di lingkaran para ahli geologi.  Banyak ahli geologi dari luar negeri yang datang meneliti dan ditolak karena tidak mau hasil penelitiann diangkut ke luar negeri.  Tetapi para ahli geologi dalam negeri saling sikat atas temuan geologi dan mencoba untuk menjatuhkan temuan dari kolega.
Mengacu pada Teori Konspirasi, banyak teknologi yang dikuasai oleh USA dan Israel dengan tujuan-tujuan tertentu.  Contohnya adalah Area 51,  monopoli informasi dan teknologi untuk kepentingan sendiri.  Contoh yang lain, banyak prasasti dan kitab lontar yang dibawa oleh Pemerintah Belanda ke Leiden sejak jaman penjajahan dulu.  Nusantara telah kehilangan masa lalu dan sejarahnya.  Harus diungkap bukan untuk menjadi kawasan wisata semata tetapi untuk membangun peradaban yang lebih baik di kemudian hari.
Hipotesis tenang Atlantis.  Paling cocok adalah Sunda Land yang tenggelam karena naiknya muka air laut dan gunung meletus.  Data dari Dani Hilman mendukung hipotesis tersebut.  Data lengkap tentang arkeologi laut dimiliki oleh perusahaan-perusahaan minyak.  Bisa dikumpulkan dan dielaborasi.
Sejak jaman purba, Jawa Timur berbentuk tapal kuda karena bentukan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Berantas.  Belanda membelokkan Sungai Bengawan Solo pada abad kesembilan belas yang menjadi Ujung Pangkah.  Ujung Galuh (Surabaya) menjadi hilang.  Pelabuhan Kambang Putih di Pati, Pelabuhan Muria, Lasem, dan Tuban mendangkal sehingga pelabuhan di Utara Jawa selalu bergeser ke timur.  Di Indonesia hanya ada 2 orang ahli tentang pelabuhan purba, tetapi karena keterbatasan dana, tidak banyak penelitian yang berhasil diungkap.
Penambangan pasir besi di selatan Jawa Timur seperti di Jember, Lumajang, Malang, dan Blitar akan memperparah ancaman tsunami dari Laut Indonesia.  Kerentanan terhadap Tsunami akan meningkat karena hilangnya gumuk (bukit) pasir.  Ancaman terhadap lingkungan dan alam mengancam keamanan manusia.  Kondisi Pulau Jawa, selatan terus menerus naik tetapi sisi utara terus menerus turun.  Ancaman terhadap masuknya iar laut semakin meningkat diiringi dengan naiknya muka air laut akibat global warming.  Salah satu contoh nyata perubahan permukaan Pulau Jawa adalah berbeloknya Sungai Bengawan Solo Purba yang dulunya bermuara di selatan Pulau Jawa menjadi bermuara di utara Pulau Jawa.
Siklus bumi bersifat dinamis.  Di Indonesia saja ada 129 gunung berapi aktif dan 22 berstatus waspada dengan 4 berstatus awas pada saat ini.  Mitigasi bencana ke masyarakat kurang dan kurang tahunya pemerintah terhadap ancaman bencana gunung berapi.  Selain kematian dan rusaknya infrastuktur serta ekonomi, gunung berapi akan berampak pada hilangnya kerifan local.
Global warming adalah proses alami, tetapi campur tangan manusia memperparahnya.  Saat ini kita berada di sklus terakhir global warming berdasar data dari 200 tahun terakhir.  Setelahnya manusia dan bumi akan menghadapi global cooling, sebagai siklus dinamis bumi.
Keberadaan Gunung Wukir di Karang Ploso dan Gunung Katu di Pakis Aji mirip punden berundak.  Berdasar peta geologi, kedua gunung tersebut merupakan bentukan magma gunug berapi.  Tetapi perlu penelitian lebih lanjut karena bentuknya tidak berubah.  Ekplorasi dan penelitian dilakukan berdasarkan kecurigaan dan harus dibuktikan.
Sejarah Nusa Tenggara Timur dikumpulkan dari syair dan catatan mantra yang sayangnya dihancurkan oleh Gereka karena alas an mengancam iman.  Geologi adalah sejarah bumi, hubungannya sangat kuat dengan sejarah manusia.  Di Flores ada situs-situs megaliltik dapat menjadi awal penelitian untuk membuka tabir sejarah.  Pulau Timor memiliki batuan yang sama dengan Australia sampai ke Pulau Seram, Pulau Kei, dan Papua.  Memiliki landas kontinen yang sama.  Selat Timor merupakan selat yang kaya akan minyak, cadangan minyak di Selat Timor saat ini sama dengan seluruh cadangan seluruh Indonesia saat ini.  Sangat dikejar oleh Australia.
Sejarah adalah milik pemenang.  Penulis sejarah sesuai kebutuhan rezim yang berkuasa.  Contoh: Sejarah Ken Arok yang berbeda antara Pararaton dan Prasasti Kediri.  Sejarah manusia dan bumi membentuk sejarah budaya dan teknologi manusia.  Sejarah geologi membentuk peradaban.  Kraton (batuan yang paling tua) yang ada di Victoria (Australia), Saudi Arabia, Afrika merupakan batuan yang tidak bergerak karena aktvitas buminya berhenti.  Indonesia adalah kawasan yang proses buminya masih terus bergerak.  Australia akan membentur Pulau Jawa dan Nusa Tenggara kurang lebih pada 50 juta tahun lagi.  Benturan dua lempeng akan membentuk kawasan baru, seperti lempeng India dan membentu Asia menciptakan Pegunungan Himalaya.

Penutup
Babad Kediri yang ditulis pada tahun 1832 merupakan tulisan yang dipesan oleh Pemerintah Kolonial Belanda setelah Perang Jawa (Diponegoro).  Caranya adalah membuat seseorang kesurupan roh masa lalu dan dari omongan dan ocehannya ditulis sebagai Babad Kediri.  Tetapi ada misteri-misteri yang terungkap pula.  Di Gumarah (Gurah pada saat ini) ditemukan Patung Totok Kerot, patung seorang raksaksa perempuan yang ingin melamar Prabu Jayabaya.  Patung ditemukan pada tahun 1981 dengan deskripsi yang sama persis dengan yang diceritakan di Babad Kediri.  Patung Totok Kerot terbenam dan tertutup erupsi beberapakali, Patung yang terbukti secara ilmiah dibuat pada abab kesebelas.  
Nusantara seharusnya memiliki peradaban yang tinggi, karena merupakan kawasan hunian manusia sejak 1,5 juta tahun yang lalu.  Tetapi Nusantara mengalamai 4 kali Glasilasi atau Katastropi.  Dibuktikan dengan adanya homo sapiens yang telah menghuni Jawa.  Sayangnya, sejarah panjang Nusantara belum diajarkan selain itu pencarian sejarahpun belum selesai.  Ada masih banyak bukti sejarah dan peradaban Nusantara yang belum terungkap dan masih tertimbun tanah.  Sejarah menanti untuk diungkap.

Pagi yang mendung di pojok barat Malang
03 Juni 2014

Sabtu, 03 Mei 2014

Hak Asasi Manusia (HAM), Islam, dan Kebangsaan….. Seminar Nasional sebagai penanda berdiringa Pusat Pendidikan HAM dan Islam (PUSDIKHAMI) IAIN Tulungagung

Tulungagung, salah satu kota di sisi selatan Jawa Timur memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan.  Di sana berdiri Institut Agama Islam Neheri (IAIN) yang baru berubah status kurang lebih 4 bulan, sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).  Perubahan status ini membawa dampak yang cukup besar, khususnya cakupan sutdi yang dapat dilakukannya.  Salah satunya adalah berdirinya Pusat Pendidikan HAM dan Islam (Pusdikhami) yang diresmikan pada tanggal 29 April 2014 baru lalu.  Peresmian yang sekaligus dihelat dengan Seminar Nasional.  Seminar yang bertajuk Hak Asasi Manusia, Islam, dan Kebangsaan dihelat di Aula ini dihadiri oleh kurang lebih 300an orang peserta dengan menghadirkan Pembicara Utama (Keynote Speaker) Ketua Komnas Ham Prof. Dr. Hafidz Abbas dan para pembicara Imdadum Rakmat (Komisioner Komnas HAM), Dr. Ngainun Naim (Ketua Puslit IAIN TA), dan Bambang Budiono (Ketua Komnas HAM Surabaya).  Peserta yang hadir bukan saja mahasiswa IAIN TA tetapi juga dari jaringan pemerhati HAM dari berbagai kota di Jawa Timur.

Pembukaan
Acara pembukaan diawali dengan Tari Reog Kendang Jaranan Tulungagung.  Tari yang menggambarkan peristiwa proses dan persayratan pinangan kepada Raja Bugis oleh Putri Kilisuci dari Kraton Kediri.  Saat ini, Tari tersebut telah beriknkulturasi dengan syiar Islam di kawasan Tulungagung dan sekitarnya.  Selanjutnya pembukaan menjadi khitmat karena lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Pembacaan Ayat-Ayat Suci Al Quran.
Pembukaan acara peresmian dan seminar nasional secara resmi dilakukan oleh Rektor IAIN TA.  Beliau memuka dengan cerita mengenai Sumpah Amukti Palapa Sang Maha Patih Gajah Mada yang dilakukan di Desa Pamenang Kediri.  Tulungagung ternyata adalah pusat pendidikan (gladi) untuk para calon pejabat Mojopahit yang letak pastinya ada di Bukit Penampingan.  Bahkan di Bukit Pasir adalah tempat bersemayam abu Para Raja Majapahit.  Bahkan bila ditarik lebih jauh lagi, Tulungagung merupakan tempat pertama peradaban di Jawa, letaknya di situs Wajakensis.  Demikian pula diakhir era perjuangan kemerdekaan, Tulungagung pernah menjadi Ibu Kota Provinsi saat penjajahan Jepang.  Hal lain disebutkan, bahwa Tulungagung merupakan salah satu kota yang disebut-sebut dalam Ramalan Jayabaya. Kediri dadi Kali, Blitar dadi Latar, Tulungagung dadi Kedung, Suroboyo dari Segoro (Kediri menjadi sungai, Blitar menjadi halaman luas, Tulungagung menjadi danau, Surabaya menjadi lautan).  Dari fakta sejarah tersebut, Tulungagung seharusnya menjadi kota penting dan menjadi pusat pendidikan di Jawa Timur, bahkan Indonesia.  Disampaikan pula oleh Rektor, HAM selama ini disamakan dengan produk barat, sedangkan Islam merupakan produk timur, sehingga akan sangat sulit disatukan.  Padahal, bila dikaji dengan mendalam dan seksama tidak akan ada dikotomi bahkan akan terjadi integrasi dan sinergi sebagai produk-produk kemanusiaan yang universal.  Seabagai contoh, dalam Piagam Madinah, terdapat pernyataan HAM: Yahudi, Nasrani, dan Islam adalah satu umat.  Suatu bentuk penghargaan terhadap hak menganut dan beribadah sesuai agamanya masing-masing.  Di dalam Islam juga ada hak-hak yang selaras bahkan menjiwai HAM modern yaitu hak atas keselamatan jiwa, hak atas kepemilikan, hask untuk berkeluarga, hal intelektual, dan hak beragama.  Pusdikhami didirikan dengan tujuan untuk melakukan pendidikan HAM dan Islam, melakukan harmonisasi produk-produk kemanusaiaan, sedangkan advokasi merupakan tugas tambahan.  Pusdikhami merupakan lembaga pertama di Indonesia yang melakukan kajian, pendidikan, dan advokasi HAM berbasis Islam.

Pembicara Utama: Prof. Dr. Hafidz Abbas, Ketua Komnas HAM
HAM dan Kedaulatan Negara merupakan permasalahan besar saat ini.  IAIN TA sangat tepat saat mendirikan Pusdikhami, menjadi salah satu tempat penggodokan solusi permasalah kebangsaan terkait dengan HAM yang bernuansa Islami.  Sebagai Perguruan Tinggi, IAIN TA telah melakukan tugas pokok dan fungsinya seperti yang dinyatakan oleh UNESCO.  Perguruan Tinggi seharusnya menjadi "komunitas yang anggotaya berkomitmen penuh terhadap keilmuan, kebenaran ilmiah, dan memajukan peradaban modern untuk mengembangkan martabat manusia".  
Seorang pakar mengatakan, di dunia ini tidak ada negara besar atau kecil, tidak ada negara kaya atau miskin, tetapi yang ada adalah negara yang dikelola dengan benar dan yang tidak dikelola dengan benar.  Indonesia seharusnya menjadi negara besar, dengan luas kuran lebih 2juta kilometer persegi dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia.  Jumlah perguruan tingginya sebanyak kurang leih 4 ribu, tetapi sejak tahun 1983 sampai saat ini hanya menghasilakn 400an paten.  Bandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki 5 perguruan tinggi tetapi menghasilkan 10 ribu paten pertahun, atau China dengan 300 ribu paten pertahun, atau Amerika Serikat dengan 500 ribu paten pertahun, dan Jepang dengan 600 ribu paten pertahun.  Bahkan dibandingkan dengan satu perguruan tinggi di Amerika Serikat, Colombia University yang hanya memiliki mahasiswa sebanyak 10 ribu orang tetapi 76 dosennya pernah mendapatkan Hadiah Nobel.
Koffi Annan, mantak Sekjen PBB mengatakan bahwa tidak ada pembangunan tanpa keamanan dan tidak ada pembangunan dan keamanan tanpa kemanusiaan.  HAM adalah roh dari peradaban dan kemanusiaan.  Bangsa dan negara tanpa roh yaitu kejujuran dari para pemimpin bangsanya akan tercerabut dari peradaban.  Masa depan Indonesia bukan hanya terjadi missing link tetapi akan menghadapi benturan peradaban.  Harus ada pendekatan berperspektif HAM untuk membangun peradaban bangsa.  Hal ini dilakukan untuk melindungi segenap manusia Indonesia untuk menghilangkan kemiskinan, saling berbela rasa, dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai nilai-nilai kemanusiaan. 
Saat ini terjadi polarisasi HAM.  (1) Skandinavia, Eropa Barat, dan Amerika Serikat berperspektif individu (Sospolbud); (2) Negara-negara sosialis yang berperspektif kolektivitas; (3) Falam Islam dan Pancasila yang bukan hanya berperspektif kolektif tetapi juga individualitas, kemanusiaan yang adil dan beradab (dignity and civilize).  Dalam Islam, berbuat baik pada seseorang sama artinya berbuat baik pada semua orang.  Pusdikhami yang mengahrmonisasikan HAM dan Islam diharapkan dapat menjadi rumah sakit sosial untuk mencegah iritasi sosial.  Pusdikhami diharapkan dapat melaksanakan pendidikan dan advokasi permasalahan sosial, hukum, dan HAM di Jawa Timur bahkan Indonesia.  Edukasi, resolusi, dan advokasi permasalahan sosial merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Seperti yang terjadi di Afrika Selatan, rekonsiliasi dan resolusi yang dipimpin oleh Nelson Mandela didukung oleh Perguruan Tinggi se Afrika Selatan.  Saat ini, Afrika Selata menjadi salah satu negara maju dengan pendapatan perkapita yang melesat jauh, 3 kali pendapatan perkapita Indonesia.

Seminar Nasional
Pusdikhami merupakan jembatan antara IAIN sebagai lembaga pendidikan yang biasanya menjadi Menara GAding dengan permasalahan masyarakat.

Ham dan Integrasi Negara: Kewajiban Generik Negara dalam Mewujudkan Demokrasi dan Keadilan - Imdadum Rakhmat (Komisioner Komnas Ham) 
Makna Negara, Al Mawardi menyebutkan Daulah, Imamah, Khilafah, dan Imarah.  Sedangkan Weber menyatakan bahwa negara adalah susuman lembaga-lembaga dengan kewenangan penggunaan alat-alat pemaksa dan kekuatan fisik untuk menegakkan keteraturan dan ketertiban.  Jadi, negara modern adalah lembaga yang melakukan monopoli pembuatan hukum yang otoritatif dalam suatu wilayah yang didukung oleh monopoli alat-lata kekerasan fisik.  Makna mulia negara bersatu dengan bahaya negara.  Nergara merupakan kontrak sosial seluruh anggota masyrakat untuk diatur guna mencegah chaos.  Negara wajib menyediakan keamanan dan ketertiban untuk kebaikan masyrakat.  Negara seharusnya mengelolah (kepemimpinan) untuk kemaslahatan masyarakat (public good).  Negara memiliki alat-alat pemaksa sehingga harus dibatasi dan diawasai dengan mekanisma dan nilai HAM.  HAM seharusnya melebihi (beyond) sistim negara.  John Locke menyatakan bahwa negara harus menjamin hak hidup seluruh warga negara untuk: (1) kebebasan menentukan pilihan hidup (life), (2)  dengan tidak ada pembatasn ruang hidup warga negaranya (liberty); (3) dan menjamin kepemilikan individu baik fisik (tangible) naupun nirfifik (intangible - dignity).  James Mill dan Jeremu Betham menyatakab bahwa kewajiban negara untuk menjamin kesejahteraan warga negaranya degan melakukan pemenuhan hak-hak dasar.
HAM adalah visi yang harus dirujuk oleh hukum dan sistem pemerintahan.  HAM lebih luas ketimbang hukum dan sistem pemetintahan.  HAM dan Islam tidaklah terpisah apalagi bertentangan.  Bahkan nilai-nilai HAM telah ada dalam Islam.  Al Gazhali menyatakan bahwa Islam menjamin (1) hak untuk beragaman, (2) hak atas kepemilikan, (3) has atas intelektualitas dan pendidikan, (4) hak atas berkeluarga dan bereporduksi, dan (5) hak atas keselamatan jiwa, ditambah dengan (6) hak atas kehormatan atau harga diri (dignity).  Konsep negara dan HAM selaras dengan kehidupan berperspektif Islam. 
Bila negara tidak memnuhi kewajibannya dan melakukan pelanggaran HAM, negara dianggap negara gagal.  Pelanggaran HAM oleh negara terdiri dari (1) Violation by judicial, bila negara mengeluarkan produk hukum yang tidak sesuai dengan HAM; (2) Violation by ommission, bila negara menjadi pelanggar HAM Sipol (no respect and no protect) dan bila negara melakukan pembiaran terhadap kekerasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lain, serta bila negara gagal mengusahakan hak-hak dasar warga negara seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum.  Jadi, negara harus menjamin hak Sipol dan Ekosob warga negara.  Negara adalah pemikul tanggungjawab HAM (by holder) dan penegakkan HAM (obligation & responsibility).

Islam dan HAM - Ngainun Naim (Puslit IAIN TA)
HAM memberikan hak-hak dasar tanpa diskriminatif,  Secara normatif, Islam mendukung HAM.  Nilai-nilai fundamental seperti persamaan (equality), kebebasan (freedom), dan keadilan (justice) Islam menjiwai HAM.  Persoalan perbedaan perspektif karena asal muasal pemikiran.  HAM diidentifikasi berasal dari barat dan Islam berasal dari timur.  Terjadi bias etnosentris, Judeo Kristen sebagai dasar sosio kultur masyarakat barat, dan klaim sebagai satu-satunya nilai atau hukum universal.  Pusdikhami berkewajiban untuk mencari titik temu dan melakukan harmonisasi tanpa mengesampingkan perbedaan, sehingga menemukan hal-hal dan nilai-nilai baru yang lebih tinggi.  Serta menyelaraskan respon dari berbagai kalangan Islam, yang tadisional masih menolak modernitas dan masih beromantisme dengan masa kejayaan Islam dan kelompok militan yang menawarkan alternatif baru, serta kelompok moderat yang mengolaborasikan nilai-nilai universal.

HAM, Demokrasi, dan Ekonomi - Bambang Budiono (Direktur Pusham Surabaya)
Thesis: (1) Hak Sipol dan Ekosob saling bertautan,(2) pemberangusan Hak Ekosob akan berimbas pada Hak Sipol, (3) pemberangusan Hak Ekosob dicari akar masalahnya dan hubungannya dengan politik global, (4) penangganan masalah HAM harus menyeluruh sampai ke akar struktural yang bersifat politis.
Konflik SARA pada 10 tahun terakhir.  Sukarno mengutip Gandhi "nasionalisme-ku adalah kemanusiaan" saat sidang BPUPKI unntuk merumuskan Pancasila.  (1) Ketuhanan yang Maha Esa, bangsa berdasar keimanan yang majemuk bukan berdasar agama tertentu.  Bangsa inklusif dalam keimanan sebagai realitas sosiologis Indonesia.  Komitmen ini saat ini luntuk karena tafsir-tafsir berdasar agama masing-masing dan mengingkari inklusifitas.  (2) Kebangsaan kita adalah kebangsaan berdasar kemausiaan.  HAM tentang keyakinan dan kesejahteraan berdasar keadilan yang beradab.  (3) Kebangsaan yang unity in diversity, persatuan dalam perbedaa.  (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan berdasar akal dan nurani yang diwujudkan dalam permusyawaratan bukan pemaksaan kehendak. (5) keadilan sosial dan bukan keadilan individual yang menjamin tidak ada eksploitasi.  Nilai-Nilai Indonesia telah selaras dengan HAM.
Globalisasi mengakibatkan fenmena bipolar di Indonesia.  Liberalisme yang menganut sekali merdeka, merdeka sekali; privatisasi sektor-sektor publik; privatisasi sektor kehidupan politik, sosial, dan budaya.  Disisi lain, Radikalisme dengan kekuasaan berbasis suku; kekerasan atas nama agama; kekausaan antar kelompok, golongan, dan kelas.  Pada Januari 2011, telah ada 72 Undang-Undang yang diintervensi oleh pemodal asing (Trans National Corporation - TNC) sehingga terjadi eksploitasi ekonomi di Indonesia.  Penanaman Modal Asing (TNC) mengakibatkan 70% keuntungan terbang ke negara pemodal (capital flight) dan hanya 30% saja keuntungan yang direinvestasi untuk memperluas usaha.  Bahan mentah diekspor oleh TNC ke negara asal dan barang jadi dimpor kembali oleh perusahaan yang sama.  Terjadi keuntungan 2 kali.  Belum lagi UU 13/2003 yang memperbolehkan tenaga kerja alih daya (outsourcing) menjadikan pekerja masuk pada mekanisma perbudakan modern.
Penindakan permasalah HAM harus mengakar sampai ke permasalahan politik global.  Hulu permasalahan adalah kebijakan publik yang tidak berperspektif HAM seperti UU No. 13/2003 tentang Ketenaga Kerjaan.

Tanggapan-Tangapan
Akhol Firdaus (Direktur Pusdikhami):  Semangat HAM adalah semangat dekolonisasi dari negara-negara jajahan yang mayoritas berpenduduk muslim.  Semangat HAM adalah semangat humanisme Islam.  Contohnya, Deklarasi Kairo sebagai traktat negara-negara Islam tentang HAM isinya 97% sama dengan Deklarasi HAM.
Daniels Stephanus (LPM Universitas Ma Chung): Pusdikhami diharapkan mampu menyingkap tabir gelap sejarah pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya yang terkait dengan keberadaaan agama.  Seperti pembantaian Anggota dan Simpatisan PKI atas nama Agama, juga pelanggaran HAM oleh negara yang bernuansa agama seperti kasus Lampung, Tanjung Priuk dan juga penindasan terhadap hak-hak kaum minoritas seperti Kasus Syiah dan Achmaduyah.
Istiyanti (STAIN Ponorogo): Perlunya revitalisasi dan penafsiran ulang terhadap beberapa nilai Islam sehingga menjadi nilai yang kontekstual dengan kondisi kekinian.
Pendeta Simon (GKI Surabaya): HAM tidak perlu dipertentangkan dari mana asal muasalnya, yang terpenting adalah memanusiakan manusia.  Seperti juga lahirnya berbagai agama yang ditujukan untuk memanusiakan manusia, HAM juga harus ditempatkan sebagai nilai-nilai universal yang memanusiakan manusia.
Johan Avie (Pusham Surabaya): Pusdihami diharapkan menjadi tempat pendidikan HAM yang bernafaskan Islam. Pusdikhami juga harus mampu melakukan advokasi terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM atas nama agama.  Kareana HAM dan Islam tidaklah bertentangan tetapi selaras dan senafas, membela martabat kemanusiaan.

Tanggapan Akhir Pembicara
Isu-Isu yang menjadi Hot Issues pada saat ini: (1) HAM Universal versus agama, masalah batas-batas kebebasan, contoh pro choice dan pro life untuk aborsi. (2) Heresy (Bid'ah) di Erropa dan Amerika Serikat tidak ada masalah tetapi tidak di negara-negara Islam, (3) Kesetaraaan Hak Politik, di Eropa dan Amerika Serikat, hak politik setara untuk semua orang tetapi di negara-negara Islam selain muslim hanya dijamin hak kepemilikan dan hak hidup tetapi tidak dengan hak politik, (4) hate speech, Indonesia telah meratifikasinya tetapi masih ragu-ragu untuk menindak, contoh deklarasi aliansi anti syiah yang dibiarkan begitu saja, (5) pengugkapan kasus G30S PKI, sudah asa usaha tetapi diabaikan oleh aparat hukum seperti Kejaksaan Agung, DPR dan MPR, bahkan saat Presiden disurati untuk menyatakan penyesalan atas peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM hanya mendapat jawaban, PRESIDEN TIDAK ADA WAKTU.   
Power tent to corrupt, but absolute power corrupt absolutely.
Skema penyelesaia HAM: (1) Forget and Forgive, seperti yang dilakukan oleh Mandela dan Afrika Selatan ; (2) Not Forget and Not Forgive, seperti pada kasus Nazi; (3) Forget but Not Forgive, dan (4) Forgive but Not Forget.  Indonesia tidak mengambil salah satu skema itu, Indonesai punya caranya sendiri, membiarkannya hilang ditelan waktu dan pura-pura melupakannya (amnesia) tetapi selalu mewanti-wanti akan muncul kembali.  Indonesaia menjadikan pelanggaran HAM berat seperti kasus G30S PKI dan Kasus 1998 dan kasus-kasus lain seperti menjadi luka berdarah yang dibiarkan terbuka dan diturunkan dari generasi ke generasi.
Sunni versus Syiah tidak terlepas dari geopolitik.  Saat perang dingin Indonesia dihantam dengan kasus G30S PKI, saat ini saat terjadi benturan peradaban masalah radikalisme, Sunni versus Syiah menjadi komoditas pergolakan.  Negara harus berperan aktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban.  Karena saat ini, demokrasi telah mengalami pembusukan karena Indonesia memilih demokrasi liberal dan meninggalkan demokrasi pancasila.

Refleksi
Di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi, di tengah panas pergeseran rezim dan kekuasaan, kehadiran Pusdikhami IAIN TA serasa menjadi oase di tengah padang tandus.  Saat elit dan kebanyakan manusia Indonesia berbicara masalah kekuasaan, di saat pengungkapan berbagai kasus korupsi yang dilakukan oleh segerombolan orang yang menumpang gerbong kekuasaan, Pusdikhami lahir untuk berpikir, merenung, dan berbicara tentang kemanusiaan.  Semoga Puskhami mampu menjadi suluh penerang bagi gelapnya penegakkan dan pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang masih menjadi mimpi buruk bagi bangsa Indonesia.  Pusdikhami hadir bukan semata hanya berwacana tetapi berbuat sesuatu untuk menegakkan benah basah wacana HAM di Indonesia. Semoga Pusdikhami dapat bertumbuh dan berkembang menjadi mercu suar edukasi dan advokasi HAM di Jawa Timur bahkan Indonesia.
Malang, di Siang bolong, 03 Mei 2014

Jumat, 02 Mei 2014

May Day 2014..... Hari libur pertama untuk May Day.....

1 Mei 2014 atau May Day 2014 merupakan May Day bertanggal merah pertama di Indonsia.  Sejak ditetapkan menjadi hari libur, tahun ini adalah May Day sebagai hari libur yang pertama kali.  Ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, palig tidak seperti yang terjadi di Kota Malang.  Entah karena berpuas diri atau karena menikmatinya untuk pertama kali, Mayday 2014 yang jaduh pada hari kamis ini terasa sepi nyaris tanpa aksi dan greget layaknya tahun-tahun kemarin.  Dari pengamatan langsung di lapangan, hanya ditemui empat kegiatan terkait Hari Buruh di Kota Malang.  Aktivitas pertama terjadi di depan Stasiun Malang Kota Baru, kawan-kawan SPBI melaksanakan pertemuan akbar yang tidak akbar.  Aktivitas kedua yang dketahui adalah sebuah diskusi publik yang dilaksanakan di Gedung DKM yang bila tidak salah kabar dilaksanakan oleh kawan-kawan SBMI.  Aktivitas ketiga, aktivitas yang khas May Day dilakukan oleh kawan-kawan HMI dengan melakukan aksi orasi keliling jalan-jalan utama di Kota Malang.  Aktivitas keempat, terjadi di Warung Kelir saat kawan-kawan GSBI menggelar Sarasehan May Day 2014.  Bukan hanya sepi aksi dan aktivitas orasi, spanduk atau berbagai media yang bernuansa Peringatan Hari Buruh Internasional tampak sepi.  Ditambah lagi betapa lucunya spanduk yang dipasang oleh Serikat Pekerja Pos Indonesia Malang, maksud hati ingin memperingati May Day tetapi di spanduk yang tertulis adalah Mai Day plus terpampang wajah sesorang berukuran besar layaknya alat peraga kampanye.  Entah hanya fenomena ataukah sudah menjadi puas diri, May Day sebagai hari libur ternyata ampuh menjadi peredam aksi dan teriak pada buruh di hari yang seharusnya menjadi penanda perjuangan buruh menuntut hak-haknya.

Dari pengamatan lapangan, tiga aktivitas dapat diamati dan bahkan dihadiri secara langsung.  Hanya aktivitas Diskusi Publik di DKM yang tidak terhadiri bahkan teramatipun tidak.  Aktivitas pertama yang terhadiri dan teramati adalah Pertemuan Akbar dan Orasi Politik kawan-kawan SPBI di depan Stasiun Malang Kota Baru.  Aksi yang dilakukan diatas panggung dengan latar belakang berwarna merah serta pampangan tulisan thema kegiatan kali ini.  Kawan-kawan SPBI pada Ma Day kali ini menggusung tema "Menolak Calon Presiden Presiden Pro Modal dan Penjahat HAM" seakan menampilkan pernyataan politik kawan-kawan SPBI menjelang Pilpres Juli mendatang.
Diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, terucap bawah SPBI merupakan Serikat Buruh/Serikat Pekerja satu-satunya di Kota Malang dan bahkan Malang Raya yang memperingati May Day 2014 dengan menggelar pertemuan terbuka.  Diakatannya, memperingati hari buruh dengan pertemuan akbar ini menunjukkan konsistensi SPBI terhadap perjuangan buruh untuk mewujudkan kesejahteraanya.  1 Mei yang telah menjadi libur bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi hanya salah satu dari sekian banyak tuntutan buruh untuk memenuhi hak-haknya, tukasnya.  Masih banyak hak-hak buruh yang belum terpenuhi untuk mewujudkan gaji yag layak, pekerjaan yang layak, dan kehidupan yang layak. Tuntutan yang lain tentu saja adalah penghapusan kerja alih daya (outsourcing) yang menjadikan buruh sebagai obyek dan komoditas yang tidak terlindungi dari pemecatan sepihak dan eksploitasi oleh pemberi kerja, para pemodal.
Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Malang yang baru Bapak Kusnadi naik meberikan sambutan yang berbuih-buih dengan janji khas para birokrat untuk menarik hati kawan-kawan buruh.  Bapak Kusnadi mengawali sambutannya dengan memberikan selamat pada kawan-kawan buruh yang telah tercapai salah satu tuntutannya untk menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional.  Dikatakannya, itu merupakan bentuk perhatian Pemerintah pada nasib buruh.  Selain itu, dikatakannya bahwa sama seperti kawan-kawan buruh yang adalah buruh dari pemodal, beliau mengatakan bahwa beliau juga buruh tetapi buruhnya pemerintah.  Pernyataan yang terlihat aneh, walau secara undang-undang adalah benar, seharusnya Pegawai Negeri Sipil bukan buruh dari Pemerintah tetapi buruhnya rakyat, karena mereka di gaji dari duit rakyat melalaui pajak.  Bapak Kusnadi menambahkan akan selalu berjuang di pihak buruh.  Disampaikannya, bila ada pengusaha yang melanggar aturan dan peraturan harusnya dilaporkan ke Disnaker untuk ditindak.  Satu lagi pernyataan yang aneh, bukannya kewenangan Disnaker hanya memberi anjuran bukan penindakan, karena penindakan hanya bisa dilakukan melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).  Buruh berjuang adalah sah tetapi tidak boeh anarkis dan harus sesuai dengan aturan dan harus selalu menjaga ketertiban, tukasnya.  Nampak sekali pesan terselubung Bapak Kadisnaker baru ini, pesan-pesan untuk para buruh tidak melakukan aksi dan bila melakukan aksi dilalukan dengan sopan dan tertib.  Siapa yang bisa menjamin bila seseorang apalagi sekelompok orang teraniaya dan tercederai hak-haknya untuk berperilaku sopan dan tertib.  Bukannya menyelesaikan akar masalahnya degan menghimbau bahkan kalau perlu memperingatkan para pemodal untuk taat pada aturan dan peraturan serta perundangan, tetapi malah memperingatkan para buruh yang selalu pada posisi korban eksploitasi dan kesewenangan pemodal.
Pada puncak acara, naik ke atas panggung Bung Lutfi, Sang Ketua SPBI untuk melakukan orasi politik.  Seperti biasa, dengangaya yang meledak-ledak dan ungkapan-ungkapan spontannya, Bung Lutfi menyampaikan orasi politiknya.  Diawali dengan pernyataan bahwa SPBI akan tetap konsisten dan selalu konsisten memperjangkan hak-hak buruh, karena masih banyak hak-hak buruh yang belum terpebuhi.  May Day sebagai hari libur hanyalah satu dari sekian banyak tuntutan akan pemenuhan hak-hak buruh.  Apalagi, sampai saat ini masih banyak terjadi PHK sepihak yang dilakukan oleh pemodal secara semena-mena dan tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah.  Bahkan, hanya karena menuntut hak untuk berorganisasi, buruh akan dipecat secara langsung tanpa kompensasi apapun.  Disampaikan oleh Bung Lutfi, Pemerintah melalui Disnaker tidak dapat berbuat banyak, bahkan cenderung melakukan pembiaran terhadap kasus-kasus eksploitasi buruh.  Bahkan bila melaksanakan kewajibannya untuk melindungi buruh hanya sebatas anjuran, yang anjurannya bahkan nyaris tidak digubris oleh pemodal.  Disnaker tidak dapat melakukan penindakan, bahkan nyaris tidak pernah menindak lanjuti untuk maju ke PHI, hanya SB/SP yang bergerak maju berjuang sampai ke PHI.  Ironisnya, saat keputusan PHI sudah inkra, tuntutan yang bisa berupa pidana dan denda, cukup dibayar dendanya saja dan pemodal akan terbebas dari kewajiban hukumnya.  Bagaimana dengan nasib sang buruh? tetaplah terPHK dan terpaksa mencari pekerjaan lain.  Dikatakan pula, Pengurus SPBI haram hukumya masuk ke partai politik apalagi mencalonkan diri menjadi anggota dewan.  Karena seperti pada umumnya kawan-kawan yang masuk ke sistem, setelah jadi anggota dewan menjadi mandul dan tidak berbuat apa-apa.  Bahkan, tidak sdikit yang terjerumus menjadi koruptor karena harus melakukan korupsi guna mengembalikan biaya- biaya yang dikeluarkannya untuk menjadi anggota dewan.  Dikatakan pula, SPBI tidak berpolitik praktis tetapi memberikan keleluasaan pada para anggotanya untuk memilih wakilnya saat pileg kemarin, serta bebas memilih presiden sesuai suara hatinya pada Pilpres Juli mendatang.  SPBI hanya memberikan rambu-rambu pada anggotanya untuk tidak memilih Presiden yang Pro Pemodal dan Penjahat HAM.  Pernyataa yang menjadi penutup orasi politik sesuai dengan thema peringatan May Day 2014 kali ini.  Akhirnya, pertemuan akbar yang dihadri kurang lebih 200 orang anggota SPBI bubar dengan tertib seperti awal dimulainya.

Agenda pada May Day yang teramati selanjutnya adalah aksi elemen mahasiswa, khususnya kawan-kawan HMI yang melakukan aksi long march sepanjang jalan-jalan utama Kota Malang.  Aksi yang dimulai dari perempatan Jalan Semeru depan BCA, dekat Komisariat HMI Malang. Aksi yang melibatkan kurang lebih 100an orang mahasiswa lebih banyak membawa bendera kebesaran organisasi ketimbang spanduk atau poster sebagai alat perjuangan.  Seakan May Day hanyalah momen yang perlu dimanfaatkan untuk mengibarkan panji-panji organisasi, lebih menunjukkan eksistensi ketimbang esensi keperbihakan pada nasib buruh.  Aksi long march bukan saja tidak menyentuh esensi May Day juga tidak menjadi sarana edukasi pada masyrakat secara umum, karena aksi hanya menjadi tontonan warga, seakan-akan menjadi karnaval salah jadwal.  Selain dimulai di tengah hari benar, saat pukul 12.00, saat panas menyengat, jalan2 yang dilalui oleh long march dipenuhi oleh foto-foto dan pangung-pangung yang akan menjadi lokasi dari Malang Tempo Doeloe pada 2 Mei keesokan harinya.  Walau bagaimanapun, semangat dan niat kawan-kawan mahasiswa patut diberi apresiasi, karena ditengah apatisme sebagian besar mahasiswa akan realitas sosial di negara ini, masih ada sebagian kecil mahasiswa yang mau berpeluh lelah membantu perjuangan kawan-kawan buruh untuk memperoleh hak-haknya.  Niatan dan kerja keras yang sudah semakin pudar bahkan nyaris menghilang dari keseharian mahasiswa pada saat ini.

Agenda May Day 2014 ditutup dengan Sarasehan May Day 2014 yang berlangsung di Warung Kelir oleh kawan-kawan GSBI.  Sarasehan yang berisi tampilan musik dan puisi dari kawan-kawan GSBI ditutup dengan rapat persiapan aksi.  Diawali dengan kumandang lagu-lagu rakyat yang disajikan oleh Mas Aji dan kawan cukup membakar semangat kawan-kawan yang hadir.  Lagu-lagu rakyat yang kritis disampaikan dengan humor mejadi ironi yang dibalut parodi menjadi perenungan bagi setiap pendengar.  Selanjutnya bergiliran 3 orang penampil menyajikan pusi-puisi akar rumput, dan tentu saja tidak akan jauh dari karya-karya Wiji Thukul, sehingga pantas juga kumandang puisi bertajuk "tribute untuk Wiji Thukul".  Pada bagian akhir, kawan-kawan GSBI melakukan rapat persiapan aksi yang entah kapan dan dimana akan dilaksanakannya.  Akhirnya sarasehan yang hanya dihadiri 30an kawan-kawan GSBI yang dimulai sekitar pukul 19.30 berakhir tidak terlalu malam, karena sebelum pukul 21.00 acara sudah berakhir.  Semoga saat aksi kawan-kawan GSBI terlaksana, tidak sesepi dan sedatar acara sarasehan kali ini.

Sepi, itu yang tergambar dari pengamatan sepanajng hari saat May Day menjadi hari libur untuk pertama kalinya. Entah karean eforia hari pertama libur atau karena kesulitan secara teknis mengumpulkan massa buruh di saat haari libur atau karena sadar tidak akan ada lawan untuk aksi karena kantor-kantor pemerintah juga libur, agenda May Day tidak segempita tahun-tahun lalu.  Semoga May Day sebagai hari libur tidak menjadi titik rasa puas kawan-kawan buruh untuk berjuang dan melawan kesewenangan pemodal.  Atau, jangan-jangan memang diskrenarionakan seperti sekarang ini.  Saat May Day menjadi hari libur, saat pabrik-pabrik menghentikan produksi, saat kantor-kantor birokrat dan legislatif libur, maka tidak akan ada apapun yang bisa dilakukan oleh kawan-kawan buruh.  Saat kemudian tidak ada lawan di depan mata, saat tidak ada lagi degup adrenalin karena orasi dilakukan di kanotr-kantor birokrasi, saat kawan-kawan buruh lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarga, saat kenyamanan semu itu diberikan, saat itu surutlah gelombang dan gelora perjuangan.  Semoga May Day 2014 hanya akan menjadi fenomena hari pertama liburan saja, karena perjuanngan untuk mencapai kesejahteraan masihlah jauh.  Buruh belum mencapai kerja layak, upah layak, dan kehidupan layak yang dicita-citakan,  Buruh masih belum terbebas dari eksploitasi dan kesewenangan penguasa modal.  Tetap semangat berjuang sampai benar-benar merdeka.

Saat Senja di Malang,
02 Mei 2014