Kamis, 23 Desember 2010

STUDI PENDETA GKJW BERBELA RASA: “FUND RAISING”

STUDI PENDETA GKJW BERBELA RASA:

“FUND RAISING”

Oleh:

Daniel S. Stephanus, SE, MM, MSA, Ak.

Latar Belakang

Era komunikasi jarak jauh, kini tiba. Pemilik sejumlah besar dana mengkomunikasikan niatnya untuk memberi sumbangan dana kepada siapa saja yang berminat lewat media internet. Ketersambungan orang yang satu dengan yang lainnya, pertama-tama melalui kontak dunia maya. Jarak ruang anda waktu dilampaui begitu rupa, sehingga orang terkesan begitu mudah saling memercayai dan memercayakan dirinya, visinya, dan dananya.

Pertanyaannya: syarat-syarat apakah sebaiknya dipenuhi bagi seorang pencari rekanan kerja melalui sharing program dan atau dana? Hal-Hal teknis apakah harus dipahami agar komunikasi jarak jauh dapat dilakukan secara efektif? Hal-Hal psikologis apakah yang biasanya menjadi penghambat orang dalam menuliskan proposal yang menarik dan mampu mengundang orang lain untuk bersedia terlibat dalam suatu proyek? Adakah syarat-syarat teknis yang khas bagi lembaga donor (funding) dari luar negeri? Dan, adakah syarat-syarat yang khas bagi lembaga donor (funding) dalam negeri? Ada berapa macamkah dana yang disumbangkan? Bagaimana mengakses masing-masing jenis?

Terkait dengan funding dari dalam negeri, kadang-kadang ada funding yang bermain-main dengan norma moral: memberikan sumbangan jauh lebih kecil dari apa yang tertulis. Bagaimana menyikapi hal seperti itu? Kiat apakah yang perlu dikembangkan untuk bermitra dengan pihak yang korup, syukur dapat memengaruhinya agar bertobat.

Bagaimana dengan bahasa atau istilah-istilah khas yang komunikatif: adakah kosa kata yang lazin dipergunakan sebagai bahasa khas sebuah proposal yang ringkas, padat, jelas, dan mengundang orang untuk memberi sumbangan atau bekerja sama? Adakah format standar sebuah proposal bertaraf internasional? Adakah format standar proposal berlevel nasional?

Jiwa seperti apakah yang perlu dikembangkan oleh seorang fund raiser atau penggalang dana?

Waktu, Tempat, dan Penyelenggara

Tanggal : 27 Mei 2010

Tempat : Institut Pendidikan Theologia “BALEWIYATA” Malang

Penyelenggara : Institut Pendidikan Theologia “BALEWIYATA” Malang

Rincian Kegiatan

10.00—12.00 : Penyampaian Materi dan Tanya jawab

12.00—15.00 : Workshop penyusunan Proposal

Ringkasan Materi

PENGANTAR

· Fundraising bukan sekedar mesin ATM.

· Fundraising adalah mengumpulkan sumber daya dan dana yang diperlukan oleh sebuah entitas (Organisasi, Komunitas, Lembaga).

· Uang/dana hanya merupakan salah satu dari sumberdaya yang diperlukan oleh sebuah entitas

PERSYARATAN ORGANISASI

· Legalitas Entitas (Organisasi/Lembaga/Komunitas).

· Struktur Organisasi yang demokratis dan tata kelola yang baik.

· Tranparansi Laporan Keuangan dan Sistem Akuntansi yang layak.

· Sistem administrasi yang baik.

· Visi, Misi, Tujuan, dan Diskripsi Masalah dan Solusi yang memadai.

· Anggaran yang layak dan wajar.

· Referensi pengalaman organisasi dan aktivitas sebelumnya.

PERSYARATAN UTAMA

· Adanya Badan Hukum resmi.

· Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

· Dewan Pengurus.

· Nomor Rekening Bank Entitas dengan dua otorisasi.

· Laporan Keuangan dari periode sebelumnya.

· Sistem Keuangan yang memadai.

· Pelaksana Kegiatan yang terlatih dan mumpuni.

PERSYARATAN TAMBAHAN

· Aturan mengenai Conflict of Interest.

· Notulensi pemilihan Dewan Anggota.

· Bukti sebagai Lembaga Non Profit

· Bukti pengecualian Pajak.

· Bukti ijin memperoleh dana dari luar negeri.

· Struktur Organisasi.

· Laporan Audit atas Laporan Keuangan.

· Penjelasan mengenai sistem keuangan dan Akuntansi (Manual Procedures and Standard Operational Procedure).

TIPS MENYUSUN PROPOSAL FUNDRAISING

· Temukan Lembaga Donor yang tepat

· Pahami Lembaga Donor Tujuan dan Fahami Keinginannya

· Buat Proposal dan Sesuaikan dengan Persyaratan Lembaha Donor

· Paparkan dengan Jelas Organisasi Kita

· Paparkan dengan jelas kebutuhan kita dan alternatif solusi yang dapat kita tawarkan

· Susun Anggaran yang wajar

· Sertakan materi-materi pendukung

· Pastikan bahwa organisasi kita baik, sehat, dan kuat

· Perhatikan masalah kesinambungan

· Perhatikan detail persyaratan

· Tulis dengan baik

· Pada akhirnya

Hal-hal Tabu Dalam Penulisan Proposal

· Jangan mengirim proposal setelah tengat dan berharap mendapat perhatian khusus.

· Jangan mengirim proposal yang generik tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan Lembaga Donor.

· Jangan mengirim proposal dengan jumlah kata atau halaman lebih dari yang disyaratkan.

· Jangan menggunakan singkatan dan jargon-jargon tertentu tanpa adanya penjelasan.

· Jangan mengirim cetakan kalau diminta melalui email dan sebaliknya.

· Jangan menyerahkan kelangsungan hidup organisasi hanya pada Lembaga Donor.

TANTANGAN dan HAMBATAN

· Donor sering berubah pikiran dan kemauan seenaknya.

· Menuntut terlalu banyak tetapi memberi sedikit.

· Sering mengubah mandat ditengah jalan.

· Kegiatan dan organisasi kita tidak seksi bagi Lembaga Donor.

· Memberi kita janji tetapi kemudian membiarkan kita jatuh karena terlalu berharap.

· Memaksakan agenda mereka pada visi, misi, dan tujuan kita.

· Sistematikan penulisan proposal yang berbeda satu Lembaga Donor dengan yang lain.

· Persyaratan yang diminta terlalu rumit.

· Persyaratan untuk mengontrak atau melibatkan tenaga ahli.

· Meminta sistem keuangan dan akuntansi yang canggih.

· Terbatasnya SDM yang mampu menulis proposal, membuat Laporan Kegiatan, dan Laporan Keuangan dengan baik.

PEMBELAJARAN DARI PENGALAMAN ORGANISASI LAIN

· Transparansi, seperti adanya laporan bulanan (Laporan Kegiatan dan Laporan Keuangan)

· Jangan biarkan Lembaga Donor mendikte kita, berisiko tetapi membangun kepercayaan mereka pada kita.

· Usahakan keinginan dan kebutuhan kita dan Lembaga Donor cocok.

· Baca dan pelajari panduan (guidelines) dengan seksama.

· Tulis Proposal yang inovatif yang dikerjakan oleh yang kompeten.

· Ikuti persyaratan yang diminta sertakan pula dokumen-dokumen pendukungnya.

· Gunakan dukungan dari jaringan-jaringan yang kita miliki.

· Jangan meminta lebih dari kapasitas yang kita miliki.

· Libatkan anggota organisasi (basis) yang ada.

· Transparansi pada anggota.

· Sertakan pula data-data dengan lembaga-lembaga lain.

· Sertakan analisis kebutuhan organisasi dan khususnya basis.

· Adanya sistem keuangan dan akuntansi yang memadai dan pelaporan yang tepat waktu.

· Kegiatan organisasi yang kongkrit.

· Tujuan kegiatan dan organisasi yang spesifik.

· Edukasi donor dan kembangkan strategi pendekatan yang memadai.

· Adanya perencanaan jangka panjang (renstra) sangat disukai oleh Lembaga Donor.

· Manfaatkan jaringan international.

· Visibilitas terhadap pemangku kepentingan (stakeholders).

· Tata kelola organisasi yang baik sebagai dasar kepercayaan Lembaga Donor pada kita.

· Taat asas dan aturan (due diligence).

SIMPULAN

· Dana/uang bukan segala-galanya tetapi tanpa dana/uang akan sulit menjalankan kegiatan dan aktivitas entitas.

· Tata Tulis dan Tata Bahasa bukan sesuatu yang sepele tetapi sangat penting untuk menarik perhatian Lembaga Donor.

· Sistem Keuangan dan Akuntansi (governance) serta Transparansi dan Taat Azas (Due Dilligence) menyulitkan dan sulit dimengerti tetapi harus ada untuk menjamin kepercayaan donor.

· Kesinambungan (sustainability) entitas (Komunitas / Organisasi / Lembaga) adalah kunci utama dan syarat utama entitas dan juga perhatian Lembaga Donor

Kesimpulan

Keberadaan Universitas Ma Chung sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mapan dan bermutu baik telah mulai terbantuk di masyarakat. Terbukti dengan cukup banyaknya permintaan terhadap Dosen-Dosen Universitas Ma Chung menjadi pembicara, pemateri, pelatih dan berbagai bentuk nara sumber lain.

Tidak ada komentar: